Setelah empat hari berada di Alor bersama rombongan Menteri Pertanian, Adriano Jeconia Padama atau yang biasa dipanggil Dede akhirnya kembali ke UNDIP. Kepulangannya disambut oleh Rektor UNDIP beserta jajaran di Ruang Sidang Rektor, Widya Puraya.
Sesampainya di kampus, Adriano Jeconia alias Dede langsung menceritakan pengalamannya selama ikut berkeliling Alor bersama Menteri Pertanian. Ia melihat langsung kondisi masyarakat dan berbagai persoalan yang masih dihadapi, terutama soal harga serta ketersediaan pangan.
Adriano UNDIP: Bantuan Pangan Mulai Disalurkan
Dede bercerita setelah kunjungan ke Alor, pemerintah langsung mengambil beberapa langkah. Salah satunya dengan menyalurkan Bantuan Pangan untuk kebutuhan selama tiga bulan.
Selain itu Gerakan Pangan Murah (GPM) juga digelar untuk membantu menjaga harga beras agar tetap terjangkau. Dua gudang Bulog di Alor juga sudah dipenuhi stok beras sehingga kebutuhan pangan masyarakat bisa lebih terjamin.
Tidak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan bantuan untuk sektor pertanian dalam jangka panjang. Bantuan tersebut berupa traktor roda dua dan roda empat, 20 unit pompa air, hingga rencana pembangunan sumur bor untuk membantu masalah irigasi.
Petani lokal juga akan mendapatkan bibit unggul, seperti padi, kelapa, dan kakao. Harapannya, masyarakat bisa semakin mandiri dalam mengembangkan pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian di Alor.
Adriano Jeconia Padama (Dede) Dapat Beasiswa Double Degree
Rektor UNDIP mengaku bangga dengan apa yang sudah dilakukan Dede. Meski baru menjadi mahasiswa, Dede sudah berani menyampaikan masalah yang terjadi di daerah asalnya langsung kepada pihak yang punya kewenangan.
Menurut Rektor keberanian seperti ini merupakan contoh bahwa mahasiswa tidak hanya belajar dari buku atau ruang kelas. Mahasiswa juga perlu peka terhadap kondisi di sekitarnya dan berani menyampaikan pendapat dengan cara yang baik.
Sebagai bentuk apresiasi, UNDIP memberikan beasiswa double degree kepada Dede setelah ia menyelesaikan S1 Hubungan Internasional. Nantinya, Dede berkesempatan melanjutkan studi di Magister Administrasi Publik UNDIP dan MA in Politics, Governance & Public Policy di Sheffield University, Inggris.
Program tersebut akan dijalani selama dua tahun, dengan satu tahun kuliah di UNDIP dan satu tahun berikutnya di Inggris.
Dari Menyampaikan Aspirasi hingga Kembali ke Kampus
Sebelumnya nama Dede sempat ramai dibicarakan setelah ia menyampaikan keluhan soal tingginya harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru UNDIP pada 6 Agustus 2026.
Dari situ Dede tidak hanya menyampaikan masalah tetapi juga ikut melihat langsung kondisi di daerahnya. Perjalanannya ke Alor bersama Menteri Pertanian menjadi pengalaman yang cukup berarti bagi mahasiswa baru tersebut.
Kisah Dede menjadi pengingat bahwa menjadi mahasiswa bukan cuma soal datang ke kelas dan mengerjakan tugas. Ada kesempatan untuk melihat persoalan di sekitar, menyuarakannya, dan ikut mendorong perubahan.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat: menjadi mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga punya kepedulian dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
